Rabu, 25 November 2015

Contoh Surat Utang - Piutang

Surat utang – piutang

Pada hari ini, 21 November 2015 kami yang bertandatangan dibawah ini:

Nama          : Hendra Yuda                           
Pekerjaan    : Wirasuwasta
Alamat        : Dsn Cipadung, Rt/Rw 07/03, Tanjungmekar - Tanjungkerta - Sumedang
No KTP      : 653496736743567
Selanjutnya disebut sebagai pihak pertama atau orang yang berhutang

Nama          : Dea Nurhajijah
Pekerjaan    : Dokter
Alamat        : Dsn Depok, Rt/Rw 04/01, Tanjungmekar - Tanjungkerta - Sumedang
No KTP      : 4564359345493896
Selanjutnya disebut sebagai pihak kedua atau pemberi hutang

Maka melalui surat perjanjian ini disetujui oleh Kedua Belah Pihak ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum di bawah ini:

PASAL 1
JUMLAH PINJAMAN

Pihak kedua dengan ini menyatakan memberikan pinjaman uang kepada pihak pertama saebesar Rp. 10.000.000,- ( sepuluh juta rupiah).

PASAL 2
PENYERAHAN PINJAMAN

Pihak kedua telah menyerahkan uang pinjaman sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) tersebut secara tunai kepada pihak pertama dengan menandatangani bukti penerimaan ( kuintansi) yang sah.

PASAL 3
BUNGA

Pihak kedua mengenakan bunga 1% kepada pihak pertama di atas hutang sejumlah Rp. 10.000.0000.- (sepuluh juta rupiah) dan pihak pertama ini menyatakan kesediaammya.

PASAL 4
 SISTEM PENGEMBALIAN

Pihak pertama wajib membayar angsuran sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) setiap bulanya kepada pihak kedua selama 12 bulan. Yang dimulai pada bulan Januari 2016 dan berakhir pada Desember 2016.

PASAL 5
BIAYA PENAGIHAN

Apabila pihak pertama membayar angsuran setelah jatuh tempo maka dikenakan bunga sebesar 0,5% (nol koma lima persen) perhari sampai penagihan tersebut lunas.

PASAL 6
JAMINAN

Untuk menjamin pembayaran tetap tertib, dan berjalan sebagaimana mestinya pihak kedua meminta jaminan BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor)  kepada pihak pertama, dan pihakn pertama menyatakan kesediaanyya.

PASAL 7
LAIN-LAIN

Hal-hal yang belum cukup diatur dalam perjannjian ini akan diatur lebih lanjut dalam bentuk surat menyurat dan atau addendum perjanjian yang ditandatangani oleh para pihak yang merupakan salah satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari  perjannjian ini.

PASAL 8
PENUTUP

Perjanjian hutang piutang ini dibuat rangkap 2 (dua) diatas kertas bermaterai cukup untuk masing-masing pihak, yang mempunyai kekuatan hukum yang sama. Dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, serta tanpa unsur paksaan dari pihak manapun.




PIHAK - PIHAK YANG MENGADAKA PERJANJIAN




PIHAK PERTAMA                                                                                       PIHAK KEDUA





    (..................)                                                                                                 (..................)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar